Jum’at pagi itu cuaca sangat cerah dan tenang, hari itu di Sekolah Dasar ternama di Bandung, terdengar seorang guru sedang mengajar anak-anak muridnya di ruangan paling ujung di lingkungan kelas sekolah. Satu jam setelah itu keadaan kelas menjadi tidak tenang karena suatu hal yang tidak dimengerti. Semua anak murid mengadu kepada gurunya menghirup bau tidak sedap di ruangan kelas tersebut “semua murid menutup hidungnya karena tidak tahan menahan bau tidak sedap itu”.
Kemudian ibu guru bertanya kepada semua anak muridnya,”anak-anak…kenapa kalian menutup hidung kalian, bau apa yang kalian maksud itu….”?, jajang koreng salah satu siswa di kelas itu balik bertanya kepada sang guru, “bu…apakah ibu menghirup bau tidak sedap”? ibu guru menjawab “maaf anak-anak…ibu sedang flu, jadi ibu tidak bisa merasakan bau itu”. Lalu anak-anak murid yang lain bersorak “ya bu…kami merasa ada bau yang tidak sedap di kelas ini”.
Sesaat setelah itu bel pulang sekolah pun berbunyi soundefeck “teng.., teng.., acikimpriw…,teng,teng…”. Sang ibu guru pun bersamaan mendegar suara bel sekolah yang nyaring terkaget, “hacuiwihhhwwhh….” Bersin ibu guru mengeluarkan reaksi alami balon udara di hidungnya hingga semua anak muridnya tertawa terbahak melihat reaksi itu.
Tak lama kemudian sambil tertawa semua anak murid bergegas meninggalkan kelas dan pulang. Ketika kelas kosong tersisalah sang ibu guru dan asep busiat. Karena reaksi bersin balon udara di hidung tadi sang ibu guru pun bertanya dengan malu kepada asep busiat yang tertawa karena kejadian itu ,” asep .. kenapa kamu tidak pulang bersama teman-temanmu, kan sudah waktunya jam pulang sekolah “?. Asep busiat pun menjawab dengan senyuman kecil di tambah raut muka menahan tawa dan menangis ,” gara-gara ibu tadinya sedikit, sekarang jadi banyak”,” maksud kamu apa asep busiat?” sang ibu guru menjawab . “aku buang air di celana bu…” asep menjawab dengan senyuman kecil sambil menangis mempesona. Kemudian ibu guru mengelengkan kepala “hari ini memang harinya jumsih (jum’at bersih) ” .
Sehari kemudian setelah kejadian itu tersebarlah berita dan cerita besar asep busiat buang air di celana. Hingga tragedi tersebut menjadi tranding topic di twitter dan sekolah tersebut. Tak hanya itu asep pun tenar dengan nama panjangnya busiat setelah kejadian itu. Tragedi itu tanggal 13 mei 1995 hingga sampai sekarang bangku itu selalu kosong karena tak ada yang mau menempatinya.
Perhatian : bagi anda pembaca di umur 13th kebawah, mohon untuk tidak membaca ini. Juga bagi anda yang membaca cerita ini sambil tertawa, “jangan seperti asep busiat yah ” .
Nb: mohon maaf bagi pembaca bila ada yang kurang berkenan dengan cerita ini, saya buat hanya untuk sekedar istilah hiburan semata, karena aspirasi istilah tulisan dari rakyat kecil ini yang masih bisa di dengar oleh bangsa di kursi pemerintahan saat ini. Terima kasih banyak negeriku .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar